islamic Center

Islamic Center

Dibalik Travel Warning Amerika

Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jakarta mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya yang tinggal atau tengah berada di...

Jagalah Pandanganmu

Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata kepada yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam....

Bagaimana Islam Memandang Korupsi

Melihat keadaan saat ini, betapa banyak orang yang melakukan perbuatan yang amat tercela ini. Bahkan hampir kita dapati dalam semua lapisan masyarakat...

Amalan Yang Gugur Karena Media Sosial

Amalan sholeh yang tidak mengetahuinya kecuali Allah Yang Maha Mengetahui amalan hambanya. Bukan amalan yang disiarkan apalagi dipamerkan melalui status FB, atau jadi display picture BB....

Pergeseran Makna Cinta

Dalam ilmu bahasa, kita mengenal istilah pergeseran makna kata. Pergeseran bisa ke arah konotatif positif maupun negatif....

Senin, 22 Desember 2014

Generasi Terburuk

Generasi NasionalismeSalah satu dambaan kita dalam hidup ini adalah lahir dan terwujudnya generasi yang terbaik. Indikasi terwujudnya generasi yang terbaik memang sudah ada, misalnya dengan banyaknya kaum muslimin yang memiliki komitmen yang begitu kuat terhadap Islam sebagai agama yang harus diamalkan dalam kehidupan nyata dalam berbagai aspeknya.
Namun bila dibandingkan dengan generasi yang sebaliknya, rasanya terwujudnya generasi yang terbaik masih amat jauh, hal ini karena begitu banyak generasi manusia yang memiliki profil generasi yang terburuk. Dalam satu hadits, Rasulullah Saw menyebutkan tentang ciri-ciri generasi terburuk yang harus kita jauhi, hadits tersebut berbunyi:

Minggu, 21 Desember 2014

Benar Dulu Baru Manfaat

Antara Benar Dan Salah
YANG netral dapat dipergunakan untuk kebaikan maupun keburukan. Nilainya tergantung pada penggunaan. Ini serupa dengan perkara mubah dalam agama. Yang haq dapat dipergunakan untuk kebaikan, pun keburukan. 

Kita menjumpai orang yang menggunakan kalimat haq untuk tujuan bathil. Apa ia katakan adalah kebenaran, tetapi dipergunakan dalam rangka mendukung kebathilan. Yang demikian ini serupa dengan ibadah fardhu; orang dapat mengerjakan tapi bukan dalam rangka taat. Selain itu, orang dapat melakukan untuk niat yang salah. Maka dalam hal ini, dua hal yang diperlukan, yakni benar dalam melaksanakan dan lurus dalam niat.

Harga BBM Naik, Usah Panik !

BBM Naik Rakyat Menjerit
SAAT harga BBM dunia turun, harga BBM di Indonesia naik dan membuat masyarakat heboh bukan kepalang. Tak hanya ibu-ibu di pasar, emosi supir angkot di SPBU pun ikut terbakar. Apakah kenaikan harga semacam ini pernah terjadi di zaman Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasalaam? Mari kita simak paparan mengenai fenomena kenaikan harga tersebut dan bagaimana seharusnya sikap seorang Muslim dalam menghadapinya, sebagaimana dilansir Konsultasi Syari’ah sejak 14 Maret dan menjadi viral pada media sosial seperti WhatsApp dan Facebook, Selasa (18/11). 

Waspadai Penyebab Gangguan Kepribadian Muslim

Kepribadian
MENJADI Muslim di era global seperti sekarang memerlukan keteguhan hati dan kesungguhan upaya untuk tetap eksis hidup di atas landasan iman dan takwa. Jika tidak, boleh jadi status kita masih sebagai Muslim, namun dalam konteks cara berpikir dan tindakan, semua justru jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap Muslim mengerti tentang kepribadian Muslim yang benar agar terhindar dari pengaruh-pengaruh destruktif di era modern yang secara cepat atau lambat akan menggerus kepribadian kita sebagai seorang Muslim.

KEBENARAN YANG BISU BUKANLAH KEBENARAN

BisuSuatu saat, tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah, salah seorang sahabat Rasul, Abu Dzar Al Ghifari menghadap Rasul dengan membawa rombongan orang-orang dari Ghifar dan Aslam yang sudah masuk Islam. Digambarkan karena sangat banyaknya, jika saja orang melihat mungkin mereka mengira yang dilihatnya adalah pasukan orang-orang musyrikin, ternyata yang memimpin rombongan tersebut adalah Abu Dzar.

Melihat kehadiran rombongan yang dipimpin Abu Dzar, Rasul pun menyambut mereka dengan menyatakan: “Suku Ghifar telah diampuni oleh Allah” dan “Suku Aslam telah diberi keselamatan dan kesejahteraan oleh Allah”. Sedangkan secara khusus kepada Abu Dzar, Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan: “Tidak akan pernah diketemukan di kolong langit ini seorang manusia yang sangat benar ucapannya, sangat tajam dan sangat tegas dalam hal mengucapkan kebenaran kecuali Abu Dzar”.